Penguatan Pendidikan Demokrasi di Sekolah Dasar

Roni Rodiyana & Yoyo Zakaria Ansori

Kepemimpinan merupakan salah satu topik yang selalu menarik untuk dikaji dan diteliti, karena paling banyak diamati sekaligus fenomena yang paling sedikit dipahami. Permasalahannya ialah dinamika itu menuju kearah perbaikan ataukah kearah kemunduran. Untuk antisipasi kearah kemunduran perlu diupayakan upaya antisipatif yaitu dengan adanya pendidikan kepemimpinan dari sejak dini, khususnya di sekolah dasar sebagai pendidikan formal yang pertama. Dalam Hadist Al-Bukhori “setiap orang adalah pemimpin”, jadi bagaimana tugas kita menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada anak-anak yang sudah mempunyai potensi leadership dari sejak dini itu.

 Menjadi pemimpin yang baik adalah keterampilan yang berharga, tidak peduli berapa usia seseorang, apakah orang itu berada di sekolah atau tempat kerja. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dalam berbagai macam situasi, apakah dengan karyawan, konsumen, pelamar, atau masyarakat umum. Hilangnya komunikasi menyebabkan hilangnya produktivitas dan keyakinan. Itulah mengapa penting untuk mengajarkan anak-anak sejak dini, bagaimana mengembangkan keterampilan untuk menjadi pemimpin yang baik. Menjadi seorang pemimpin akan membantu anak-anak membangun kepercayaan diri dan sukses dalam kegiatan seperti proyek kelompok, tim, klub, dan lain-lain, dan keterampilan ini akan menguntungkan mereka saat mereka tumbuh dewasa seperti tadi.

Leadership atau kepemimpinan pada dasarnya dapat dibentuk dan dilatih sejak usia sekolah dasar, agar pada saatnya nanti ketika menghadapi beberapa permasalahan anak akan mudah menemukan solusi beberapa alernatif penyelesaian masalah tersebut. Untuk itu, bagi para pendidik mari kita belajar menerapkan bagaimana proses kepemimpinan bagi anak di sekolah dasar, karena leadership sangat penting untuk diterapkan dalam kehidupan anak, dikarenakan anak akan mempunyai semangat, serta mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi pada setiap amanah atau aktivitas yang sudah menjadi tanggung jawabnya. Dengan berjiwa pemimpin anak-anak kelak akan dapat memengaruhi orang-orang yang berada di sekitar anak, dapat bekerjasama demi mencapai tujuan, mengelola diri, kelompok dan lingkungan dengan baik, khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik dan sulit.

Team Editor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *